Wednesday, September 16, 2009

Love is kind
Love is harsh
Love is wonderful
Love is terrible
Love is a cure
Love is a sickness
Love is LOVE
Love is hate
Love is meaningful
Love is pointless
Love shows the best in people
Love shows the worse in people
Love makes us speak truth
Love makes us lie
Love understands everything
Love confuses everyone
Love builds your life
Love tears your heart down
Love makes you smile
Love makes you cry
Love makes us cuddle
Love makes us hit
Love makes the world go round
Love makes the world go crashing down
Love makes things simple
Love makes things impossible
Love is always worth it
Love is never worth it
Love makes us smarter
Love makes us stupid
Love is enlightening!
Love is BLIND
Make love not war
Make war out of love
Love encourages
Love scares
Love is peaceful
Love creates fights
Love is soothing
Love is tough
Love is holding on
Love is letting go
Love is a way of living
Love is a way to feel



In short, Love Is Everything...

Do u Love mE?

wake me up..when september ends..

i feel happy when people around me are happy and vice versa..i dont know why but i will try my best to make them happy even it doesnt related to me..even if i have to lie about something..even if i need to be somebody that i dont like..as long that they are happy..i'm fine with it..



out of the sudden,i re-call the moment..the day..when i force myself to give the answer 'i am confuse right now' and even after i purposely intro someone to her..and i remember how i used to be in the past regarding this matter..but still i couldn't lie to myself now..the difference is just i step in too deep this time..i am in trouble?perhaps i am..



the fact that she doesnt know the actual truth doesnt bother me..but the worst case is that i'm doing something to her which i shouldnt even started it earlier..i feel bad lying to her,and did 'that' purposely for a few times..it sure hurts a lot..a lot damages..be it mentally or physically..



i did the 'stupid' plan again..from the 1st step till the last step,it is all calculated,no mistake at all..but now it doesnt depend on me to make a u-turn..i am not the one who can decide the outcome of the plan..somehow it differs a little than i planned..shall i stay strong or give in?


and again,knowing the fact that there is something happen behind your back doesnt feel good,at all..i am not dumb or an idiot who do not know how to read a body language..i know everything that happen,in and out..or at least,i sense it..hehe




i guess what goes around comes around..since this is the way i treated someone(s) in my past,now,i get it back..it doesnt feel good of course,and now i know how and why it is so..

and last but not least,its hard to keep a secret..there are only two person here know about the truth,and they are protecting it for me(thanks guys)..i even appreciate it that they try to make things better for me..but to be frank,it might not work as it needs a green light from both side..i am still in the plan's outcome progress and hopefully this green light wont spoil it..like someone said,if u going to die,make sure u die alone,dont let others to know about it,sad and cry about it..although i dont really agree but..i dont have a choice do i?simply i want but i cant actually..and i damn proud to make a twist back,hehe..making i myself feel less guilty about it..anyway,can anyone else come and share and keep my secret?just anyone..haha

ah..someone..anybody..please..just wake me up when september ends..

Saturday, September 12, 2009

bad guy

i feel bad..why?because i feel that i'm living my life full with lies..be it a good lies,or bad 1..be it for my @ your own good..i still feel so bad about it..

i dont know what is happening to me..all i know is that,i am so not happy with it,or rather it turns to be more complicated than i thought..

i am doing something i dont like daily..doing something i wont do normally daily..and on top of everything,i'm wearing a mask to live my life now..a mask to cover every single emotion,past & conflict that i have..

i might "acted" a lot in my past,but it is hard to do it now again,especially when it relates to my personal feeling..can i lie nor hide about it,whereas the whole world know the truth behind it..

i admit,i made a mistake..and i cant turn back the time to correct it..even if i can,i believe i might just re-do the same thing..cause i dont wanna to hurt U and u and YOU and you there..and now that i regreted the mistake i made,i realize that i will never get a second chance to make thing right..or more accurately,i dont have the chance to do cause i didn't get a chance from u or U or you or YOU to do so..

now that i been thinking,even if i am given a second chance,will i be brave enough,to remove my mask,to do the correct thing,and make sure that i will not regret about it later..but based on my observation,dont even think that it will come to that day itself..it is impossible..

or am i too timid to take a step ahead?or am i too scare history might repeat itself?or i scare i might be the one that might hurt her?or i just think a lot,too deep and yet too far ahead?

i just dont understand about something..this is not the first time i'm doing it but somehow,i feel extremely bad this time..am i taking it too serious or is there some other reason i feel it this way..

the question might be..why am i doing this at first place..everyone might think personal emotion often controls the action,but somehow i manage to fight it..or..should be like everyone else,let the emotion to control me,and face the outcome later on..?i wonder...

the day is coming,and i am planning to do something that i did last time,so-called the last move,a move for checkmate in the 'chess game of life'..it might end up both of us being something we dont want to due to my footstep,like the old time,but as i mention earlier,i scare this is the wrong move that i am taking..what should i do..i know my plan very well,and the possibility of success is as high as 95%,especially the way "XXXX" treats me nowadays..but there is a reason that makes me to think twice about it..this is the first time i actually think twice before excecute my evil plan..what's wrong with me..

just tell me what to do,continue to be a bad guy..or let my emotion decides my fate..

Kesudahan yang Menyedihkan (the last stand)

.........................


Aku membuka kedua-dua mataku, perlahan-lahan. Seluruh badanku terasa lemah, bagaikan tiada tenaga. Aku menoleh ke arah kananku, kelihatan seorang wanita duduk tertidur sambil memegang tanganku, erat. Ya, dialah ibuku. Aku pasti, amat pasti.


“I..I..bu..”panggilku, namun suaraku masih lemah dan tidak kuat. Ibu tersentak, terjaga daripada tidurnya lalu memandang ke arah wajahku yang masih lagi pucat. Wajahnya riang, meluru keluar dan memanggil doktor. Maafkanlah aku, ibu. Aku telah membuat awak risau tentang diriku. Tanpa disedari, aku telah terlantar di atas katil hospital hampir empat bulan lamanya. Tempoh yang amat lama. Tempoh yang menyeksa ibuku selama ini. Tetapi hari ini, aku gembira. Aku baru sahaja menamatkan kesengsaraan ibuku yang tercinta ini. Ibuku memberitahuku, esok adalah hari jadiku, juga merupakan hari untuk semua orang mengambil slip keputusan STPM. Ingin juga aku mengambilnya sendiri, tetapi keadaan aku kini tidak mengizinkannya.


Sepanjang hari ini, aku ditemani ibu dan adik-adikku. Aku hanya dapat mendengar cerita mereka, peristiwa yang mengambil tempat selama ini. Aku tersenyum. Syukurlah, semuanya masih belum berubah. Tiba-tiba kepalaku terasa amat sakit. Aku ingin menjerit, namun tiada kata-kata yang keluar dari mulutku. Cecair yang berwarna merah mula mengaliri kepalaku. Manusia yang menemani aku tadi menjerit ketakutan. Ibuku segera mendapatkan doktor. Entah apa yang sedang berlaku. Namun, kesakitan yang menggigit kepalaku tidak dapat aku tanggung lagi. Aku pengsan.


Matahari sudah menjelma, aku pun bangun daripada tidur semalam. Ganjil, kali ini aku dapat bergerak bebas. Aku tersenyum riang. Tanpa membuang masa, aku meluru keluar, mendapatkan ibuku untuk memberitahu berita baik ini. Sebaik sahaja aku melangkah keluar dari pintu wad, aku dapat melihat ibu dan adikku terduduk di atas bangku, menangis. Hairan. Aku segera mendapatkan mereka, berlari meluru ke arahnya. Sebelum aku berjaya, Cikgu Ranjit bersama tiga orang pelajar yang lain mendapatkan mereka terlebih dahulu. John, Ric dan Jes rupanya. Mereka pasti datang untuk menumpang berita baik aku ini, fikirku.


“Tahniah, puan! Win dapat keputusan yang terbaik, 10 terbaik dalam negara, 4A!” kata Cikgu Ranjit, tercungap-cungap. Aku tersenyum, usahaku selama ini telah membuahkan hasilnya dan tidak mengecewakan manusia yang meletakkan harapan masing-masing di atas bahuku. Aku mula berjalan perlahan, tidak lagi berlari. Aku berharap mereka tersedar akan kehadiranku lalu mendekapku. Tiba-tiba, sekumpulan jururawat memintas jalanku. Mereka menolak sekejur tubuh yang diliputi kain putih. Doktor datang menghampiri ibuku.


“Maafkan kami, puan. Kami sudah buat yang terbaik namun Tuhan yang lebih menyayanginya,” kata doktor. Air mata mula berlinangan di pipi setiap manusia yang aku kenali di situ. Kain putih itu ditarik. Aku tersentak. Wajahnya seiras dengan wajahku, tiada perbezaan.


Aku tersenyum. Kini aku mengerti. Rupanya, aku sudah tewas dalam peperangan ini. Tuhan telah member aku hadiah hari jadi aku semalam, untuk melihat dunia buat kali terakhir, untuk melihat wajah orang yang aku kasihi. Kini semua insan di hadapan mataku menangis dan memeluk tubuh yang tidak bernyawa itu, menjerit-jerit namaku. Hatiku sayu, pedih. Aku ingin bersuara, namun tiada orang yang mampu mendengarnya.


Aku berjalan, beredar dari tempat tersebut. Aku sedar, aku tidak lagi dimiliki dunia ini. Aku ingin menoleh dan melihat wajah manusia yang sedang menangis kesedihan, namun aku batalkan niat ini sahaja. Berat rasa hatiku ini. Tidak sampai hati untuk aku melepaskan segala-galanya di sini. Segala yang kutempuhi selama ini. Segala yang kuusahakan selama ini. Semuanya sia-sia sahaja? Ataupun sekurang-kurangnya membuahkan sedikit hasil yang boleh mengubati rasa duka cita semua orang? Adakah kesudahan seperti ini yang patut aku lalui? Ataupun Tuhan telah membuat satu kesilapan yang besar? Tiada sesiapa pun yang mampu memberikan jawapannya.

.............................

goodbye to my friend..rip

Monday, September 7, 2009

Kesudahan yang Menyedihkan (a story part 3)

.....

Perasaan Jes mungkin sedih bercampur marah, fikirku. Sepanjang hari ini di sekolah, dia tidak pernah mengeluarkan sepatah ayat pun dari mulutnya. Dia juga tidak bercakap denganku. Namun, aku mengerti. Tindakanku kelmarin mungkin meninggalkan kesan yang mendalam, namun itulah pendirianku. Aku cuma berharap api kemarahan yang membara dalam hatinya akan reda dan memaafkan tindakanku. Aku tidak berharap aku akan kehilangan seorang kawan yang penting dalam hidupku. Tiba-tiba, John dan Ric datang menghampiri aku. Mereka berkata mereka ingin mengadakan majlis perpisahan untukku selepas STPM memandangkan aku seorang sahaja yang tidak menyertai rancangan mereka. Walaupun aku membantah keras, namun aku tidak mampu untuk melawan niat baik kedua-dua kawanku ini. Aku mengangguk tanda setuju.



Akhirnya, masa yang ditunggu-tunggu kini sudah tiba. Pelajar-pelajar SMK Pantai Cahaya mula menunjukkan kerenah masing-masing. Ada yang menggigit jari, ada yang berdoa, ada yang membelek muka surat demi muka surat. Aku hanya terduduk di tepi pintu dewan sekolah itu. Tenang, tanpa sebarang gangguan. Namun, soalan yang sedang bermain di otak fikiran aku adalah mudah; STPM atau penyakitku? Entah apakah yang lebih patut aku risaukan sekarang. Aku menghilangkan diri dalam lamunan aku itu.



“Janganlah risau, Win,” suara Jes membangunkanku daripada lamunan. Aku terkejut. Tangan kirinya menepuk bahuku, cuba menenangkan diriku agaknya. “Kamu pasti boleh mendapat result yang cemerlang dan membanggakan kami semua,” sambungnya lagi. Oh, terima kasih Jes! Walaupun aku telah melukakan hatimu, tetapi layananmu terhadapku masih tidak berubah. Aku berjanji tidak akan mengecewakan harapanmu, Jes. Kata-katamu cukup dijadi sumber pedoman untuk mengharungi hari-hari yang akan datang. Walau apapun, ini adalah pilihanku, keputusanku untuk menduduki peperiksaan sebelum menjalankan pembedahan yang berbahaya ini. Aku pasti akan dapat mengharungi kedua-dua dugaan ini.



STPM yang digeruni para pelajar tingkatan 6 SMK Pantai Cahaya akhirnya mengambil tempat. Setiap pelajar memerah jus otaknya untuk memikirkan jawapan kepada soalan yang ditanyakan. Semuanya sedar, musuh kali ini bukan calang-balang orangnya. Keputusannya bakal menentukan masa depan setiap insan di dalam dewan tersebut. Aku menjawab setiap soalan yang dikemukakan dengan tenang dan yakin, seakan-akan tiada soalan yang aku tidak tahu. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, akhirnya peperiksaan ini pun tamat. Wajah riang jelas terukir pada wajah setiap pelajar. Semuanya lega, peperangan ini telah berjaya diharungi.



Seperti yang dijanjikan John dan Ric, mereka mengadakan majlis perpisahan untukku. Rumah Ric yang menjadi rumah tumpuan rakan sekolah. Dialah yang menyediakan segala-galanya untukku. Aku berasa serba-salah. Patutkah aku berterus-terang? Ata uterus menyimpan rahsia yang membebani jiwaku selama ini? Sampai hatikah aku untuk terus menipu manusia yang bergelar sahabat ini? Tetapi, aku terpaksa bertindak kejam. Aku tidak ingin sesiapa pun yang risau. Aku berdiam diri sambil memandang ke arah wajah Jes. Sedih, aku fikir. Aku mengamati setiap wajah rakanku yang sudi hadir member muka, apatah lagi mungkin ini adalah kali terakhir aku bertemu dengan semua. Mungkin Tuhan tidak memberi aku peluang yang kedua untuk bertemu dengan mereka.



Akhirnya majlis ini pun berakhir. Semua rakan bergerak meninggalkan rumah Ric satu per satu. Kini, hanya tinggal John, Jes dan Ric. Perbualan masih diteruskan, rancak. Sekali-sekala aku melihat jam tanganku, meneliti pergerakan jarum saat yang membuat satu lokus bulatan. Kalau boleh, aku ingin membawa memori ini untuk menyertai peperanganku yang kedua. Sebuah memori yang terakhir bersama tiga sahabat karibku, barangkali. Jam menunjukkan pukul 6 petang. Matahari sudah mula berehat di sebalik bukit. Bulan purnama pula mula menunjukkan kecantikannya. Sayang, perbualan kami berempat terpaksa menabur tirai.



“Kawan-kawan, dah lewatlah. Saya kena balik sekarang. Nanti ibu risaulah,” kataku. Perlahan-lahan, aku mula bangun dari kerusi sofa yang selesa itu. Selangkah demi selangkah, aku mula beredar, menuju ke arah pintu di ruang tamu. Belum sempat aku menoleh untuk mengucapkan selamat tinggal, Jes merempuh ke arahku, dipeluknya, erat. Perasaannya sungguh selesa, tidak pernah aku mengalami keadaan sebegini. Tanpa disedari, air membanjiri mataku. Barangkali habuk memasuki mataku. Aku cuba menahannya. Jes, John, Ric. Maafkanlah aku. Aku akan menghargai persahabatan kami berempat. Selamanya.



Kini, aku berada di Hospital Pantai Cahaya. Terlantar di atas katil pesakit. Kawan-kawanku yang lain mesti menyangka aku berada dalam perjalanan ke rantau orang. Aku tidak dapat membuat apa-apa, cuma menunggu masa. Ganjil, perasaan takut kini mula menyelebungi seluruh badanku. Pintu wad ditolak. Seorang jururawat melangkah masuk. Picagari yang dipenuhi cecair lutsinar dipegangnya. Jarum yang tajam disuntik ke lengan kiriku, cecair tersebut kini menyebur masuk ke dalam badanku. Sakit, tetapi untuk sementara sahaja. Entah mengapa, aku mulai berasa letih. Mataku semakin berat. Beberapa orang jururawat datang kemudian dan menolak katilku keluar. Dalam perjalanan aku itu, aku dapat melihat ibuku, adikku dan Cikgu Ranjit. Namun, penglihatanku samar-samar, tidak jelas. Ingin juga aku berkata, tetapi tidak terdaya. Aku memejamkan mataku, menyerahkan kesemuanya kepada Tuhan.....

Sunday, September 6, 2009

such an ending

i always tell my best friend something like this....

  • hold on if u feel like letting go..if u feel like giving up..its not over yet...
  • if u really like her,but dont feel like start a relationship,at least tell her what u feel...
  • if she's asking for break up,let it be..let her to be happier then..u hav no choice...
  • dont feel sad..there's a lot more waiting for u in the future...
  • u'll nvr know until u giv a try...

and many more...but somehow..in UTP,i feel like all of what i've said are reflecting back to me..pointing at me..its like asking me to prove tht i say it,i can do it..but now i realise..i'm tht strong either..just like my frens said,its easier to say than done...

one of the cruel techniques i thought them was accept them,but just ignore them for whole week..they'll understand..& i actually did tht myself,a few times...though it was not the best solution,but at least i'm killing their hopes..such a bad guy huh..?

some1 asked me..how if he thinks tht he found the wrong 1..how if in the future he did not love her anymore...how if out of a suddenly,there comes "the one" for him...i replied him..what r u looking for in love,in a relationship..why do u like at 1st..b'cz of her beauty?smile?personality?or b'cz u feel 'the click' between u two?i dont know bout u but i can tolerate forever,even the feel dies tmr..i choose her to be a part of my life & i dont wish to hurt her in anyhow..even "the one" comes later,i've made a choice,a choice of no turning back..blame ur destiny for not bringing her out sooner..blame urself to make a decision of ur life time..there's no sorry or mistake in a relationship..just mis-step..

i seriously hate those ppl tht fall in love today & the next few days telling her tht he doesnt love her anymore or she doesnt suit him..it started for few days & then u r giving up for such a stupid reason??how u gonna life with any-HER in the future for the rest of ur life-lar..but..nobody will understand it..everyone is selfish when it comes into a relationship right...they wanna best for themselves...

these few days back,i so-called settle a thing,though it was so-called-again settled a few weeks ago but some misunderstanding & yet personal view made it more complicated than i thought..it was actually simple,said & done stuff but the complicated mind often creates illusion where human will start to thinki something beyond the reality point..we'll let the future decides everything..if there is such a future,hopefully,everyone will just be happy & move on with their lives then..

all i can do is wish her to be happier days by days..

such an ending...

Kesudahan yang Menyedihkan ( a story Part 2)

.....
Aku membuka mataku,perlahan-lahan,sambil memandang ke arah sekelilingku. Ya, tidak syak lagi, hospital! Aku mendapatkan selipar lamaku yang diletakkan di bawah katil, berjalan keluar dari bilik tersebut. Di sebalik pintu wad ini, aku mendapati namaku disebut beberapa kali. Aku meneliti perbualan mereka, mengintai di sebalik cermin pintu tersebut. Seorang doktor, Cikgu Ranjit dan ibuku sedang membincangkan sesuatu. Ya Tuhanku! Tumor dalam otakku? Tak mungkin! Ibuku menangis, tidak lagi mampu menahan perasaan yang dipendamnya. Daun pintu ditolakku, segera keluar, berlari memeluk ibuku. Aku meminta perkara ini dirahsiakan. Aku tidak ingin ada seorang insan lagi yang risau tentang diriku. Cikgu Ranjit pula berjanji untuk membiayai sebahagiaan kos pembedahanku. Terima kasih, cikgu! Aku akan lebih menghargai saki-baki hidupku mulai hari ini.
Kini, aku perlu membuat satu keputusan yang paling sukar dalam hidupku. Satu keputusan yang akan mengubah segala-galanya. Pembedahanku hanya dapat mengambil tempatnya ketika STPM berlangsung. Aku berasa serba-salah; peperangan yang manakah aku patut abaikan? Kata doktor, pembedahanku akan mempunyai risiko yang tinggi jika dibuat selepas STPM. Puas aku berfikir seorang diri, meraba-raba jawapan dalam sel-sel otakku. Akhirnya, aku telah memdapat jawapannya. Ya, aku mengambil keputusan untuk berhadapan dengan STPM dahulu. Sekurang-kurangnya jika aku akan gagal mengharungi pembedahanku, aku tidak mempunyai sebarang kesalan. Namun jauh dalam sanubariku, satu persoalan telah timbul. Apakah Tuhan sedang mempermainkan aku? Tiada jawapan yang dapat diberikan.
Pada keesokan harinya, aku pergi ke sekolah, seperti saban hari aku melaluinya. Belajar, mengulangkaji, berbual-bual dengan rakan. Mungkin saat ini tidak akan berulang selepas aku menjalankan pembedahan. Detik-detik seumpama ini seharusnya aku hargai sekarang. Aku sedar, sekurang-kurangnya aku harus memberikan apa-apa alasan tentang ketiadaanku selepas STPM. John, Ric dan Jes sudah mempunyai rancangan yang melibatkan diriku selepas peperiksaan. Namun, aku terpaksa menarik diri. Aku masih mempunyai satu lagi musuh yang perlu aku hadapi, yang perlu aku perangi. Kawan-kawan inilah yang paling rapat denganku. Jika boleh, aku tidak ingin mengecewakan hasrat mereka. Namun, apakah dayaku untuk menentang ujian yang diberikan-Nya?
“Yo gang, lepas sekolah aku belanja makan,” ajakku. Mereka kelihatan terkejut. Maklumlah, aku jarang keluar makan bersama mereka apatah lagi belanja makan. Mereka tersenyum, mengangguk kepala tanda setuju. Hatiku lega. Jauh di dalam hatiku, aku berjanji untuk memberikan satu penjelasan kepada mereka. Alasan yang tidak membuatkan mereka risau. Loceng yang terakhir akhirnya bermaharaja lela. Kini, kami berempat berada di kantin, menikmati makanan sambil berbual kosong, berketawa riang. Masing-masing sungguh berselera, barangkali tidak jika kebenaran diketahui mereka. Akhirnya, aku memberanikan diri untuk menyatakan alasan yang berjaya kufikirkan setelah letih memulas kepalaku.
“Er, gang, sebenarnya selepas STPM, saya kena pergi ke Kualang untuk bekerja so saya tak dapat nak join rancangan you all, sorry ya,” kataku. Aku cuba mengukirkan satu senyuman, namun wajah kekecewaan lagi terkejut kawanku melunturkan kekuatanku. Pelbagai soalan yang diajukan. Aku menjawab setiap satunya dengan berhati-hati, agar perkara sebenar tidak akan terbocor secara tidak langsung. Maafkan aku, semua.
Seperti hari-hari yang biasa, aku perfi ke kampung jiran untuk menjual kuih-muih. Walaupun ibuku melarang aku untuk bergerak sebarangan namun aku bertegas. Duit hasil jualan ini dapat digunakan untuk membiayai kos pembedahanku, walaupun tidak seberapa. Meskipun Cikgu Ranjit sudi menghulurkan bantuan, namun aku tidak ingin mengharapkan bantuan beliau sepenuhnya. Biarpun cikgu akan membiayai sepenuhnya kos pembedahanku, sekurang-kurangnya duit ini akan digunakan untuk membayar budi baik cikgu, walaupun jumlahnya tidak besar.
Selang beberapa hari kemudian, aku menerima sepucuk surat daripada Jes. Ganjil. Mengapakah dia tidak berjumpa terus denganku tetapi menghantar surat? Tanpa berfikir panjang, aku membuka sampul surat tersebut dengan berhati-hati. Isinya kukeluarkan. Setiap patah perkataan kuteliti satu per satu. Oh Tuhanku! Jes melafazkan isi hatinya kepadaku. Katanya, dia akan menungguku di kedai makan yang terletak di hapadan sekolah. Sekali lagi, aku berasa serba salah. Apakah yang patut kulakukan? Berjumpa dengannya? Menjelaskan perkara yang sebenar? Atau mengecewakan hatinya? Aku keliru, apakah aku sedang dipermainkan? Aku hanya dapat membuat keputusan yang sukar lagi wajar, aku mengambil keputusan untuk tidak berjumpa dengannya. Mungkin keputusan ini agak teruk sebagai seorang lelaki dan akan mengecewakan hati Jes, tetapi adalah baik jika dia tidak mengetahui perkara yang sebenarnya....

Friday, September 4, 2009

wrong wrong & WRONG~~!!!!

as far as i concern,what am i doing,what am i deciding..it was all wrong..none of them were at least give a good result out of it..i thought i know everything,i thought i know what's the best..maybe i was too confident but despite being too confident,i feel the pain of falling down from a tree..not any tree,perhaps a tree with the height of a coconut tree..
seriously..i dont think i did anything right all these while..i lost friends..i lost ppl's trust on me..i lost my love..i lost the expectation..i lost everything before..so afterall,i'm not so all-star huh..
i cant stand disappointment..it is like a needle strikes my heart,poking it as my heart beats..worst still,i dont like to talk about my personal problems..i dont know why but for sure,it is not because i'm not willing to share it out..perhaps i am not good at expressing it to another ppl..or is it i am anti-social?or mayb its hard for me to find some1 tht really understands me..?
i wish i could free my mind,not thinking about the past..not to try to act in front of ppl..not trying to be someone i am not..
and as some1 told me before to post my written essay here to be commented,so pls do shot me..
Kesudahan yang Meyedihkan

“Baik, masa dah tamat! Berhenti menulis sekarang,” kata Cikgu Ranjit. Semua pelajar SMK Pantai Cahaya hanya menurut arahannya. Mereka sedar, membantah arahannya adalah sia-sia sahaja. Cikgu Ranjit bersama beberapa orang guru berjalan mengelilingi dewan sekolah untuk mengutip kertas jawapan Matematik Tulen yang baru sahaja dijawab semua pelajar, barangkali bukan semuanya.

“Baiklah, terima kasih atas kerjasama pelajar sekalian. Jadi sampai sini sahajalah Ujian Percubaan STPM kamu. Kamu boleh beredar dari dewan peperiksaan ini sekarang,” kata beliau, sambil mengumpulkan kertas jawapan yang dikutip oleh guru lain. Semua pelajar mula mengerakkan badan masing-masing dan beredar. Ada yang tersenyum riang; ada yang bermasam muka; ada yang selamba sahaja. Namun aku sedar. Peperangan baru sahaja bermula. Kira-kira dua bulan dari sekarang, musuh yang lebih kuat akan menyerang semua pelajar tingkatan 6 di seluruh Malaysia. Berusaha dan memenangi peperangan yang bakal menentukan nasib masa hadapan atau mengalah dan biar Tuhan yang menentukan hala tuju masa hadapan; semuanya terletak pada tangan masing-masing.

“Hei, Win! Macam mana? Senang kan?” tanya Jonathan, kawan karibku semenjak kecil lagi. Dia lebih selesa jika dipanggil dengan nama John; singkat dan mudah. Mukanya masih berpeluh, mungkin kerana tahap kesukaran ujian tadi betul-betul menguji kemampuannya. Menyusuli di belakang John ialah Jes dan Ric.

“Tak susah sangat, juga tak senang sangat,” usikku. Aku tahu, Matematik Tulen merupakan mata pelajaran yang sukar untuk John. Begitu juga dengan Jes dan Ric. Aku sering kali member tunjuk ajar kepada mereka, terutamanya Jes. Aku pun tidak tahu mengapa aku berasa selesa setiap kali bersamanya. Perasaan itu sukar dijelaskan dengan kata-kata.

“Janganlah peril John macam tu. Tak baik. Jadi, Win, apa rancangan kamu sekarang? Nak pergi makan bersama-sama?” tanya Jes. Suaranya manis, seakan-akan si anak kecil meminta kasih daripada ibunya. Kalau ikutkan kata hati, aku ingin memberikan jawapan yang positif namun aku terpaksa menolak ajakannya. Aku terpaksa pulang ke rumah dengan segera. Ibuku sudah tentu sedang menunggu kepulanganku sekarang. Pagi tadi, aku telah berjanji untuk membantunya menjual kuih-muih di Kampung Cahaya. Aku harus cuba meringankan beban ibuku yang terpaksa bekerja keras mencari nafkah hidup selepas pemergian ayahku sepuluh tahun yang lalu.

“Maaflah, saya kena balik sekarang. Nak bantu ibu jual kuih di kampung jiran,” balasku. Wajah kawan-kawanku mengukirkan ayat kekecewaan. Namun apakah dayaku. Selaku anak sulung, sudah menjadi tanggungjawabku terhadap keluarga. Selepas mengucapkan selamat tinggal, aku beredar menuju ke bangsal basikal, mendapatkan basikal usangku. Tubuhnya sudah dihuni karat, namun itulah hakikatnya; aku tidak mampu membeli basikal yang baru. Aku mula mengayuhnya, perlahan-lahan, seperti saban hari yang aku lalui. Tidak pernah aku mengadu tentangnya yang sudah terukir sebagai suratan takdir. Namun cuaca hari ini yang mendung menyelesakan perjalananku. Alangkah baiknya jika setiap hari pun begitu. Masa bersilih ganti, tanpa disedari, aku sampai ke rumah setingganku. Ibu kini sudah menanti di pintu rumah, risau rasanya.

“Eh, lambatnya hari ini,” katanya. Percakapannya yang laju jelas menunjukkan ibu sedang risau tentang diriku. Entahlah, barangkali kerana baru-baru ini, berlaku banyak kemalangan di sekitar kawasan ini.

“Tak adalah, cuma berbual sebentar dengan kawan di sekolah,” balasku. Selepas menjamah makanan tengah hari, aku mengambil sebuah bakul rotan yang penuh dengan kuih-muih beraneka jenis. Semuanya untuk dijual di kampung jiran. Sekali lagi, aku menunggang basikal using yang telah menjadi teman sedekad lamanya untuk menambah sedikit pendapatan ibuku. Pernah aku fikir untuk berhenti bersekolah, namun niat ini aku matikan dalam hati.

Seperti hari yang biasa, aku menggunakan jalan yang sama menuju ke destinasiku. Namun hari ini agak istimewa. Aku bertemu dengan Cikgu Ranjit dan kami berbual sebentar. Tidak pernah kusangka, Cikgu Ranjit memuji sikapku ini. Terasa bangga hatiku.

Tetapi entah mengapa, secara tiba-tiba kepalaku mula berasa pening. Badanku terasa lemah. Penglihatanku mulai kabur. Namaku dipanggil beberapa kali oleh cikgu namun suaranya semakin kurang jelas. Akibatnya, tubuhku jatuh ke muka Bumi. Aku pengsan....
(to be continued..)

Thursday, September 3, 2009

careless again..

i was so careless in my test yet again..& it is the same old stupid mistake..that is take the question paper & start doing without reading the instructions clearly(or never read at all cz i'm assuming i know wat it is going to ask about..)padan muka win sin..tak serik-serik ulangi kesalahan yang sama..

its either i will fail the only test or luck a bit..keep my fingers cross..

Wednesday, September 2, 2009

to my dad with love

11 years gone..
i'm 20 now..
i'm trying to get stronger..
days by days..
life is hard..
the pressure is great..
but i will hang in there..
cz this is for u dad..
for i am ur son..
and proud share ur blood..